<< Gue Mo Gabung >> Selamat Datang di Komunitas Wong Prabu (Prabumulih) disini kami memberikan tempat bagi kita semua untuk membangun prabumulih melalui sebuah <<Gue Mo Gabung >> komunitas. Bergabung di komunitas ini adalah benar karena kita bisa saling berbagi informasi dan mencermati informasi yang ada di seputaran << Gue Mo Gabung >> prabumulih wilayah yang kito cintai. Seinggok sepemunyian kito bangon laman di cinte, seinggok sepemunyian besame kite jadikan rasan. semoga << Gue Mo Gabung >> komunitas yang kita bangun ini menjadi pemacu kita dalam membangun kota yang kita cintai ini.
Advertisement
Powered By mrcompbm.com
 
 
 
 
Sejarah Kota Prabumulih PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh mrcompbm   
Sunday, 20 July 2008
Indeks Artikel
Sejarah Kota Prabumulih
Halaman 2

Kota prabumulih sebelumnya adalah bagian dari kabupaten Muara Enim, dengan jarak lebih kurang 87 KM ke ibukota Muara Enim dan 97 KM ke Ibukota Propinsi Sumatra Selatan (Palembang ), dengan Pemerintahan dibagi menjadi 5 (lima)  masa sebagai berikut:

 

1. Masa Sebelum Pemerintahan Belanda

           Lebih kurang 700 Tahun yang lalu Puyang Tegeri Juriat Puyang Singe Patih Keban Baru Rambang Penegak dan Pendiri Talang Tulang Babat dan berkembang dengan Juriat anak Cucung masing-masing mendirikan talang-talang cikal bakal dari Dusun Pehabung Uleh, Tanjung Raman, Sukaraja, Karang Raja, Muara Dua dan Dususn Gunung Kemala.

Pada masa kurang lebih 250 tahun yang lalu Dusun Pehabung Uleh masih bernama Lubuk Bernai yang dipimpin seorang Kerio yang bernama Kerio Budin dan Kepala Menyan adalah Puyang Dayan Duriat Puyang Tegeri dibantu Minggun, Resek, Jamik, menemukan tempat tanah yang meninggi (Mehabung Uleh) kemudian ditetapkan oleh mereka berempat (Dayan, Resek, Minggun, dan Jamik) untuk mendirikan kampong dengan diiringi keturunan masing-masing menghadap tanah yang Menghabung Uleh (Meninggi / Bertambah) dengan nama Kebur Bungin, Anggun Dilaman, kumpai ulu dan Karang Lintang. Dengan kesepakatan mereka dusun ini dengan empat kampung disebut Pehabung Uleh berpegang pada aturan adat Simbur Cahya

 

2. Masa Pemerintahan Belanda

           Pehabung Uleh berubah menjadi Peraboeng Ngoeleh dan pada pendudukan jepang berubah lagi menjadi Peraboe Moelih dengan ejaan sekarang menjadi Prabumulih termasuk didalam wilayah Marga Rambang Kapak Tengah dengan Pusat Pemerintahannya berkedudukan di Tanjung Rambang yang tergabung dalam wilayah Pemerintah Onder Afdeeling Ogan Ulu dengan status Pemerintahan Marga meliputi Marga Lubai Suku I, Marga Lubai Suku II dan Marga Rambang Kapak Tengah yag dipimpin oleh Pasirah.


Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 26 July 2008 )